Selasa, 10 Desember 2013

ISO 9001 : 2008

ISO 9001:2008
Standar yang digunakan organisasi untuk memnuhi persyaratan pelanggan, regulasi dan peraturan yang berlaku untuk produk dan persyaratan organisasi.
  1. Customer Focus, Customer Satisfactory
  2. Leadership, Top Management as leader must superviising and controlling organisation to make smoth-moving
  3. Keterilibatan Semua Orang, having responsibilities each member inside
  4. Pendekatan Proses, efectivity of processes, remove not necessary processes
  5. Pendekatan Sistem Ke Manajemen, Kaizen, contonues improvement
  6. Perbaikan Berkelanjutan, improvement is ISO 9001’s soul
  7. Pendekatan Fakta Sebagai Dasar Pengambilan Keputusan,  data actual is ISO 9001
  8. Kerjasama Yang Saling Menguntungkan Dengan Pemasok



Sabtu, 07 Desember 2013

Drawing 2

saya up load lagi karya saya
semoga memacu semangat anda
semoga bermanfaat ^_^

Drawing


Silo


saya up load lagi karya saya
semoga memacu semangat anda
semoga bermanfaat ^_^

Stairs (Tangga)

asik lho bermain SolidWork
saya up load lagi karya saya
semoga memacu semangat anda
semoga bermanfaat ^_^

Motor

saya up load lagi karya saya
semoga memacu semangat anda
semoga bermanfaat ^_^

Cross Assembly







saya up load lagi karya saya
semoga memacu semangat anda
semoga bermanfaat ^_^

House



teman teman
saya upload karya saya Desain Rumah 
mulai dari kursi, kulkas, bak mandi, shower, dan lain lain hingga dinding dan lantai menggunakan Solidwork 2013
selamat mencoba
semoga bermanfaat ^_^

Gear

Saya sekarang akan mecoba membuat Gear di Solidwork 2013
Sketch => Circle =>Extrude Base => Sketch pada Gear => buat gigi nya menggunakan prisma => extrude base => Circle Pattern (sesuaikan) => Fillet Face gear => jadilah Gearnya
     

Selamat Mencoba
Semoga bermanfaat

Rabu, 04 Desember 2013

ultrasonic


       I.            DEFINISI
Inspeksi ultarasonik adalah salah satu metode uji tak merusak (NDT), dimana gelombang suara dengan frekuensi tinggi dilewatkan pada material untuk mendeteksi cacat di permukaan dan di bawah permukaan (subsurface) material. Ultrasonic adalah gelombang suara dengan frekuensi 0.1 s/d 25 Mhz, frekuensi ini jauh di atas daerah pendengaran manusia.

Gambar 1.1 Ultrasonic Flaw detector TUD210
Inspeksi Ultrasonik merupakan suatu metode NDT yang sangat sensitif untuk menginspeksi part part yang terbuat dari metal, non metal, dan non magnetik. Dengan metoda ultrasonik ini, dapat diketahu/disetimasi letak dan ukuran cacat yang kecil walaupun hanya dengan satu sisi permukaan part yang dapat diakses. Kesuksesan dari suatu inspeksi ultarasonik sangat tergantung pada kondisi permukaan subjek, ukuran butir dan arah butir, dan impedansi magnetik.

Gambar 1.2 Ultrasonic Flaw detector TUD210
Inspeksi ultrasonik menggunakan energi akustik pada frekuensi yang tinggi. Energi tersebut diarahkan langsung ke spesimen yang akan diuji dan jumlah energi yang direfleksikan  atau ditransmisikan oleh spesimen dimonitor sehingga dapat diindikasikan kondisi dari spesimen yang diuji tersebut.

Gambar 1.3  Couplant
Inspeksi ultrasonic adalah salah satu metode NDT yang paling banyak digunakan untuk mendeteksi cacat internal, cacat di permukaan, untuk menentukan karaktersitik perekatan (bond characteristic), juga untuk mengukur ketebalan dan lebar korosi. Pada metoda ultrasonik ini biasanya juga digunakan couplant yaitu cairan yang berguna sebagai medium perambatan yang baik dari transducer ultrasonic dengan benda yang akan diuji. Hal ini dilakukan karena gelombang suara yang dihasilkan mempunyai sifat perambatan  yang kurang baik diudara.
    II.            PRINSIP KERJA
Ultrasonik beroperasi dengan gelombang suara yang ditransmisikan dan dipantulkan. Suatu gelombang ultrasonik berjalan dari satu medium ke medium lain harus melewati suatu permukaan atau lapisan batas. Pada permukaan ini, sebagian energi akustik dipantulkan kembali dan sisanya diserap. Jumlah dari energi yang dipantulkan tergantung dari ketidak samaan kedua media. Karena  sifat akustik udara sangat jauh berbeda denga logam, retak dan rongga memberikan persentasi refleksi yang lebih tinggi.

Gambar 2.1 Prinsip Kerja Ultrasonic testing
 III.            CARA KERJA
Langkah pertama :
Delay line
 




Tranducer probe
 
Tranducer cristal
 
coupler
 
Electrical pulse dialirkan menuju probe.
Langkah kedua :
Electrical pulse yang sudah dialirkan menuju transducer cristal, diubah menjadi gelombang suara berfrekuensi tinggi.



Langkah ketiga :
kemudian, gelombang suara dipantulkan kembali menuju transducer probe.






langkah keempat :
setelah gelombang suara dipantulkan kembali, dan diubah menjadi elektrical pulse yang kemudian diubah ke dalam sebuah grafik untuk melihat hasil pengujian pada layar Flaw detector.


Contoh :
a)      Porosity

Gambar 3.1 porositi yang terbaca pada flaw detector
Contoh adanya porosit, terlihat pada layar flaw detector  gambar diatas. Grafik berbeda dari yang awal saat lasan yang baik. Adanya Interface Echo  pada grafik diatas.
b)     Tidak ada lasan (no weld)

Interface echo
 

Gambar 3.2 tidak ada lasan
Pada layar flaw detector, terlihat adanya Interface Echo  dan sebuah lembah yng menurun seperti terlihat pada layar diatas. Grafik tersebut menandakan tidak adanya lasan.
c)      Lasan dibawah ukuran (undersize weld)
    Gambar 3.3 undersize weld pada benda lasan
Jika ukuran lasan yang kecil atau tidak sukup, maka akan terlihat pada grafik pada layar flaw detector adanya First Back eEcho dan Interface Echo  secara berturut turut, dapat dilihat pada gambar diatas.
d)     Lasan berbentuk batang (Stick weld)



Gambar 3.4 stick weld
Jika lasan berbentuk batang, maka pada layar flaw detector akan menunjukan grafik seperti yang terlihat pada gambar diatas. Interface Echo terlihat seperti sebuah bukit jika ditarik garis lengkung.
 IV.            KEUNGGULAN
·         Mempunyai kekuatan penetrasi yang tinggi sehingga bisa digunakan pada material dengan ketebalan sampai 6 meter.
·         Memiliki sensitivitas tinggi, sehingga bisa mendeteksi cacat yang sangat kecil
·         Memiliki akurasi yang lebih baik dari metode NDT lainnya dalam menentukan posisi, orientasi ukuran, dan bentuk cacat internal
·         Hanya membutuhkan satu permukaan yang dapat diakses
·         Tidak berbahaya bagi operator dan orang di sekitarnya
·         Bersifat portable
·         Outputnya bisa diproses dengan komputer untuk mengetahui karakteristik cacat dan untuk menentukan sifat sifat material
    V.            KETERBATASAN
—  Pengoperasian secara manual harus dilakukan  oleh teknisi yang berpengalaman
—  Pengetahuan teknik yang baik dibutuhkan untuk mengembangkan prosedur inspeksi
—  Bagian yang tidak rata, ketidakteraturan bentuk, komponen yang sangat kecil atau sangat tipis, atau yang tidak homogen sulit diinspeksi
—  Dibutuhkan couplant antara transducer ultrasonic dengan bagian yang sedang diinspeksi
—  Dibutuhkan reference standards untuk pengkalibrasian dan untuk mengetahui karakteristik cacat

 VI.            APLIKASI
      Di lokasi konstruksi, teknisi tes suatu pipa lasan untuk cacat menggunakan ultrasonik array bertahap instrumen. Pemindai, yang terdiri dari frame dengan roda magnetik, memegang probe kontak dengan pipa oleh pegas. Daerah basah adalah couplant ultrasonik yang memungkinkan suara untuk masuk ke dalam dinding pipa.

Gambar 5.1 aplikasi pengujian ultrasonik di pemipaan

Selain pada konstruksi pemipaan, pengujian ini juga dilakukan di Aeroneutika dan Indutri Otomotif.

3D mechanical Dekstop 2006

untuk membuat roda gigi diatas.
saya akan memberika tips dengan menggunakan Autodesk Mechanical Dekstop (AMD).
AMD untuk 3D CAD ini tidak begitu sulit. walaupun ada software lain yang lebih mudah, yaitu Solidwork.
oke, to do point saja. ini langkahnya :

  1. NEW
  2. pilih Acadiso yang lain juga bisa
  3. klik part
  4. mulai membuat 2D terlebih dahulu
  5. kemudian, klik sketch profil, klik pada gambar
  6. klik extrude kalau ingin menggunakan extrude
  7. tentukan jaraknya, panjang, dan lain sebagainya
  8. enter. 
oke, itu saja. simple kan. silahkan mencoba.
semoga bermanfaat.

Selasa, 22 Oktober 2013

Bonder machine

mesin bonder adalah mesin untuk join circuit setelah proses dari AC machine

Abnormal inspection

ini adalah inspeksi saya di area produksi di PT Subang Autocomp Indonesia. semoga bermanfaat
Abnormal inspection

AC machine

saya mau berbagi selama saya menjadi Management Trainee di PT Subang Autocomp Indonesia
ini adalah proses Automatic Cutting machine. selamat menikmati

File AC machine

Kamis, 06 September 2012

Las Gas atau Las Karbit (Oxy-acetylene welding / OAW)


Las Gas/Karbit adalah proses penyambungan logam dengan logam (pengelasan) yang menggunakan gas karbit (gas aseteline=C2H2) sebagai bahan bakar, prosesnya adalah membakar bahan bakar yang telah dibakar gas dengan O2 sehingga menimbulkan nyala api dengan suhu yang dapat mencairkan logam induk dan logam pengisi. Sebagai bahan bakar dapat digunakan gas-gas asetilen, propana atau hidrogen. Ketiga bahan bakar ini yang paling banyak digunakan adalah gas asetilen, sehingga las gas pada umumnya diartikan sebagai las oksi-asetelin. Karena tidak menggunakan tenaga listrik, las oksi-asetelin banyak dipakai di lapangan


referensi

  1. http://id.wikipedia.org/wiki/Las_karbit
  2. http://en.wikipedia.org/wiki/Oxy-fuel_welding_and_cutting

Las Titik (Spot Welding)

las titik adalah salah satu menyambung sebuah mekanisme dengan menggunakan tahanan listrik untuk memanaskan 2 part tersebut, sehingga permukaan akan meleleh kemudian dilakukan penekanan sehingga part tersebut menyatu.



referensi

  1. http://teknologi.kompasiana.com/terapan/2011/04/20/jenis-jenis-pengelasan/
  2. http://en.wikipedia.org/wiki/Electric_resistance_welding

Submerged Arc Welding (SAW)


 adalah proses penyambungan dengan cara memanaskan dan  mencairkan logam induk dan elektroda dengan dilindungi butiran Flux. fungsi Flux ini adalah Penyetabil busur las / welding arc stabilizer, Mengontrol properti mekanikal dan kimiawi hasil lasan.


Equipment of Submerged
    * Power supply
    * Start plate
    * Copper mold
    * Electrode
    * Guide tube
    * Wire feed
    * Power source
    * SAW head
    * Flux handling
    * Protective equipment


Material applications

  • Carbon steels (structural and vessel construction)
  • Low alloy steels
  • Stainless steels
  • Nickel-based alloys
  • Surfacing applications (wear-facing, build-up, and corrosion resistant overlay of steels)



referensi

  1. http://en.wikipedia.org/wiki/Submerged_arc_welding
  2. http://sebronet.blogspot.com/2010/07/submerged-arc-welding-saw.html



Rabu, 05 September 2012

Gas Tungsten Arc Welding (GTAW)

Gas Tungsten Arc Welding (GTAW) atau sering juga disebut Tungsten Inert Gas (TIG) merupakan salah satu dari bentuk las busur listrik (Arc Welding) yang menggunakan inert gas sebagai pelindung dengan tungsten atau wolfram sebagai elektrode.

Sumber listrik GTAW dapat menggunakan generator AC maupun DC. Ciri khas generator jenis AC yaitu merupakan kombinasi antara cleaning dengan penetrasi medium dan mencegah elektrode tungsten overheating. Penggunaan arus DC dibedakan menjadi dua yaitu polaritas lurus (Direct Current Straight Polarity) dan polaritas balik (Direct Current Reserve Polarity). Gambar 2.4 berikut menunjukkan perbedaan penggunaan jenis arah aliran listrik yang digunakan dalam pengelasan.
Gambar 2.4 Tiga jenis arus listrik pada GTAW
DCSP, dua pertiga konsentrasi panas pada benda kerja, sedangkan untuk DCRP, dua pertiga konsentrasi panas pada elektrode tungsten. Untuk AC, konsentrasi panas masing-masing setengah pada elektrode dan benda kerja. Konsentrasi panas ditimbulkan adanya benturan elektron pada benda kerja dan elektrode tungsten. DCSP menghasilkan penetrasi yang lebih dalam dibandingkan dengan AC tetapi tidak mengalami oxide cleaning. DCRP mengalami oxide cleaning, tetapi penetrasi yang dihasilkan lebih dangkal daripada AC.


Referensi


SMAW (shield Metal Arc Welding) / MMAW (Manual Metal Arc Welding)

SMAW (Shield Metal Arc Welding)
Adalah proses pengelasan  disebut juga MMAW (Manual Metal Arc Welding) digunakan arus listrik sampai 600 Ampere dan busur nyala listrik itu menimbulkan panas yang tinggi (+- 6.300 derajat Celsius)  dengan menggunakan busur listrik yang berselaput flux.

  FLUX berfungsi sebagai pembentuk gas dan teraknya yang melindungi cairan logam dari kontaminasi udara sekeliling.

Alat-alat las SMAW dibedakan menjadi 3 kelompok,
  1. alat utama
  2. alat bantu dan
  3. alat keselamatan kerja
Alat utama las SMAW yaitu :
  • Kabel tenaga
  • Trafo las (generator)
  • Kabel massa
  • Kabel elektroda
  • Pemegang elektroda
  • Penjepit massa
Alat batu las SMAW antara lain :
  • Meja las
  • Palu terak
  • Palu konde
  • Gerinda tangan
  • Mistar baja
  • Sikat baja
  • Ragum
  • Kikir
  • Penjepit benda kerja
alat keselamatan kerja las antara lain :
  • Helm las (topeng las)
  • Kaca las hitam
  • Kaca las putih
  • Apron (pelindung dada)
  • Baju kerja
  • Sarung tangan
  • Sepatu kulit kapasitas 2ton
  • Masker
referensi

Blogroll